Perguruan tinggi merupakan satuan penyelenggara pendidikan tinggi sebagai tingkat lanjut berasal dari jenjang pendidikan menengah di jalan pendidikan formal. Hal ini cocok bersama pengertian perguruan tinggi menurut UU No. 20 th. 2003 pasal 19 ayat 1 yang membuktikan bahwa: Perguruan tinggi merupakan jenjang pendidikan sehabis pendidikan menengah mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diadakan oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi yang ada di Indonesia bisa bersifat Politeknik, Sekolah Tinggi, Akademik, Universitas, dan Institut. Pada tiap-tiap model perguruan tinggi berikut biasanya miliki sejumlah jurusan atau program studi yang ditawarkan. Setiap calon mahasiswa yang bakal memasuki suatu perguruan tinggi, bakal dihadapkan kepada penentuan program belajar atau jurusan yang dapat dimasukinya. Pemilihan program belajar bagi mahasiswa merupakan saat-saat yang memilih jaman depan didalam setiap fase kehidupan. Dalam pilih program belajar mesti mengatur bersama minat yang diinginkannya. Minat yang dimiliki berikut merupakan langkah awal untuk menggapai hasil studi yang diinginkan, yang sesudah itu direalisasikan dengan sistem penentuan jurusan. Minat merupakan aspek psikologis yang perlihatkan kecenderungan jiwa seseorang terhadap suatu object bersama dengan disertai perasaan senang, suka, gembira tanpa ada keterpaksaan sebab terasa berkepentingan akan object tersebut. Menurut pendapat Slameto (2010:57), “Minat adalah kecenderungan untuk selalu menyimak dan mengenang beberapa kegiatan”. Minat merupakan aspek pendorong bagi seseorang untuk melakukan sesuatu. Begitu terhitung kala mahasiswa berminat untuk jadi guru maka mahasiswa tersebut akan terdorong untuk pilih program belajar pendidikan keguruan.

Pada beberapa tahun belakangan, profesi guru mulai banyak dilirik oleh masyarakat sebagai profesi yang menjanjikan. Banyak calon mahasiswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi pilih masuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan bersama target untuk berprofesi menjadi guru. Ketertarikan terhadap profesi guru disebabkan oleh adanya regulasi yang berpihak pada dunia pendidikan, terhitung nasib para pendidiknya. Melalui amandemen …